Aceh surga mancing di ujung barat

Aceh surga mancing di ujung barat

Banda aceh terletak di ujung barat kepulauan indonesia, wilayah lautnya begitu luas, dengan penghasil ikan tuna terbanyak ke dua setelah laut Banda, untuk spot mancing di Banda Aceh sangat banyak yang belum di explore dan belum di ketahui masyarakat Aceh sendiri karna kurang tersedianya kapal-kapal mancing dan peralatan yang menunjang seperti fish finder gps dll, kapal di Banda Aceh sebagian besar  berupa kapal tuna dan kapal pukat, sedangkan nelayan-nelayan kecil rata rata mengunakan kapal kecil mirip sepatu yang hanya muat 2 awak saja yang di kenal dengan boat tep tep, di pulau Breuh/Pulau Aceh contohnya yang merupakan pulau terluar kebanyakan masyarakatnya menggunakan boat tep-tep untuk memburu tuna sirip kuning

Banda Aceh surga mancing yang tersembunyi

Expedisi dan explore Banda Acah 19 - 26 juli 2015

Saya dan tim melakukan perjalanan trip mancing dan explore spot-spot baru yang belum banyak di gali oleh pemancing lokal atau luar daerah aceh selama 7 hari karna rata-rata pemancing, yang mancing di Aceh  selama ini hanya terfokus di spot Pulau Rondo dan karang utara yang berbatasan langsung dengan Andaman India karna memang dari kedua tempat tersebut sudah terdapat banyak titik-titik spot yang cukup bagus.

Banda Aceh surga mancing yang tersembunyi

Perjalanan saya mulai dari Simeulue, pulau ini merupakan penghasil lobster yang sangat terkenal dan hasil laut lainnya,  cuma sayangnya masalah tranportasi yang menjadi kendala utama mereka hanya mengandalkan kapal ferry dan pesawat susi air yang hanya mampu menampung 12 penumpang untuk memasarkan hasil lautnya, menurut penuturan salah satu nelayan yang saya temui di dermaga Simelue  sehingga mereka cukup menangkap ikan seperlunya saja yang kira-kira mereka mampu jual, kalaupun mendapat hasil yang melimpah tidak akan bisa menjual karna belum ada pelengan-pelengan besar yang bisa menampung semua tangkapan nelayan di sana.
Perjalanan trip saya mulai dengan menjangkau spot-spot karang terdekat yang masih satu arah menuju Pulau Aceh, ternyata potensinya pun sangat luar biasa hanya dalam waktu sekitar 2 jam tim saya berhasil memperoleh 2 fiber (250 l) ikan tongkol besar, rata-rata ukuran diatas 1 kg dan di salah satu spot yang saya temui terdapat banyak spesies ikan tuna gigi anjing (dogtooth tuna)  berukuran besar, di titik spot perbatasan antara simelue dan Melauboh Aceh.

Banda Aceh surga mancing yang tersembunyi
Dogtooth hasil mancing di Simeulue

Hari ke dua saya singgah di pelelangan Melauboh Aceh untuk melihat secara langsung jenis ikan yang menjadi tangkapan nelayan di sana, dari ikan-ikan yang di jual di pelelangan kita bisa mengetahui potensi hasil laut di Melauboh, ternyata rata-rata nelayan di sana mencari ikan hanya menggunakan peralatan tradisional dengan kapal yang tidak terlalu besar, hanya jenis ikan kembung kuwe talang-talang (queen fish) dan ikan konsumsi lainya

Aceh surga mancing di ujung barat

Setelah singgah sejenak di kota Meulaboh untuk mengisi bahan bakar dan perlengkapan bahan makanan, perjalanan kami lanjutkan menuju spot di selatan Banda Aceh yang sudah kami rencanakan, perjalan memakan waktu 11 jam dari Melauboh, kami berangkat sekitar jam 10 pagi, tiba dilokasi sekitar jam 9 malam di spot dengan kedalaman sekitar 2000 m lebih, kami memancing menggunakan teknik berhanyut dengan mengunakan jangkar gantung,  target utama yellow fin tuna (tuna sirip kuning) besar , setelah berhanyut hampir satu jam akhirnya yang kami tunggu tunggu datang juga, serombongan lumba-lumba berbagai jenis   mengelilingi kapal kami  salah satunya jenis lumba lumba hitam berbintik bintik, lumba inilah yang membawa ikan tuna sirip kuning.

Perburuan kami mulai, dengan menurunkan jig berukuran diatas 300 gram jig salah satu dari tim kami langsung di hajar ikan karna memakai piranti class medium, pertarungan pun memakan waktu cukup lama dan bergantian, tapi dengan kesabaran ikan berhasil menyerah, karna teknik baru kami berhasil kami cukup puas dan memutuskan untuk beristirahat.

Aceh surga mancing di ujung barat

Setelah hari mulai terang perburuan kami lanjutkan untuk  kembali jigging di air dalam dengan mencari sampah atau batang pohon yang hanyut karna menurut keterangan dari kapten kami ikan tuna banyak berkumpul di bawah sampah atau batang pohon hanyut,  setelah berjalan beberapa mil kami mendapati batang pohon terapung di permukaan kami coba mendekati ternyata sangat banyak ikan ikan yang bergerombol di sekitar pohon, jumlahnya pun bisa mencapai ribuan antara lain jenisnya seperti kakap berwarna hitam, salem, lemadang dll,
Setelah batang kayu di ikat dengan tali jangkar (biar tidak hanyut terlalu jauh dari kapal), tim kami langsung mencoba menurunkan metal jig dengan target ikan predator yang ada di bawah batang kayu hanyut, benar saja baru beberapa kali saya kocok metal jig saya langsung di hajar ikan, ikan berontak dan lari ke permukaan ternyata seekor layaran (bill fish) cukup besar menyambar metal jig saya, dan tim saya yang lain mencoba teknik casting juga berhasil menaikan ikan lemadang.

Aceh surga mancing yang tersembunyi

Menjelang siang kami menuju Pulau Breuh (Pulau Aceh) untuk kembali mengisi bahan bakar dan menambah perbekalan, karna akan mencoba spot-spot air dangkal di seputaran Pulau Aceh,  sekitar jam 7 malam tim kami sudah berada di salah satu titik karang yang kami temui, kami akan mencoba mancing malam hari menggunakakan lampu, dengan teknik jigging dan jig cast, dan hasil yang kami dapat sangat luar biasa hanya di satu titik spot, jenis ikan big eyes dan giant travelly  berwarna agak kekuningan sudah memenuhi box ikan kami,  jenis ikan kuwe merupakan ikan favorit bagi masyarakat aceh dan bernilai jual cukup tinggi di pasaran.

Saat pagi kami mencoba spot berikutnya yang sebelumnya sudah kami tandai di peta laut yang kami miliki, ternyata di spot ini banyak di huni ikan giant travelly, strike pun tiada henti terus bergantian, karna kondisi stamina kami juga sudah sangat terkuras kami memutuskan mengakhiri petualangan kami, Banda Aceh memang surga mancing di ujung barat indonesia.

(MEDIA PANCING edisi /2015/10)

Comments

Post a Comment

Sponsored

Popular posts from this blog

Resep dasyat umpan ikan mas di segala cuaca

UMPAN LELE JOOSS untuk GALATAMA dan HARIAN

Tips dan trik mancing dasar di laut

Memilih metal jig dan cara mengetahui actionnya

Jenis jenis umpan untuk mancing di laut

Cara mudah membuat umpan ikan mas dan tombro

CARA MANCING IKAN TAWES

Memilih JORAN POPPING MURAH sesuai budged

REEL POPPING BADAK dengan harga murah

Mengenal Ultra Light Fishing