IKAN GABUS pengobat kesal

Minggu 29 november pagi saya dan teman teman dari komunitas mancing konda (komunitas dunia air), berencana melakukan explore spot mancing di tepian sungai yang berada di kawasan pabrik pengolahan kelapa sawit, saya sendiri mulai bergabung di komunitas konda semenjak kenal dengan mas Hendra dan mengajarin saya beberapa teknik casting.

Sekitar pukul 09.00 wib kami berangkat menuju lokasi menggunakan sepeda motor, perjalanan kami tempuh kurang lebih sekitar 1 jam dari kota pontianak, spot yang kami coba explore merupakan spot mancing gabus yang berada di aliran sungai di desa pelepat yang menurut cerita karyawan pabrik pengolahan kelapa sawit banyak di huni ikan ikan gabus yang sering menampakan diri di semak semak di tepi sungai.

Tiba di spot sekitar pukul 10.00 wib, salah satu kawan saya langsung meminta ijin ke penjaga pabrik  untuk mancing di sungai sekitar pabrik pengolahan kelapa sawit, sedangkan rekan rekan yang lain segera menyiapkan peralatan mancing dengan teknik casting, dengan menggunakan beberapa umpan andalan kami yaitu soft frog, jump frog, spinner dan minnow.

Setelah mendapat ijin dari penjaga pabrik saya dan rekan rekan komunitas konda segera mencari tempat tempat yang strategis untuk memburu gabus, jarak kami cukup berjauhan karena lokasi di sungai ini begitu luas, setelah sekitar 30 menit berlalu mas Hendra adi kusno terlihat lagi fight dengan ikan gabus penghuni sungai, mas Hendra adalah pemancing senior di komunitas konda, dan ini merupakan strike pertama yang membuat kami semakin  bersemangat untuk terus melempar umpan dengan harapan di sambar snake head monster,
Tapi sudah beberapa kali berpindah lokasi dan berganti ganti umpan tak satupun gabus tertarik dan menyambar umpan saya, membuat semangat saya sedikit kendor, tiba tiba salah satu teman saya mendapat sambaran dan berhasil landed gabus, semangat saya mulai bangkit lagi karna beberapa teman saya yang posisinya agak jauh dari tempat saya, sudah ada yang berhasil mengoleksi beberapa ekor gabus tangkapannya, spot ini sungguh potensial pikir saya.

Saya kembali melempar umpan ke segala arah dengan mencoba beberapa gaya retrive tapi tiba tiba hujan turun begitu lebat, sebagian teman lari berlindung untuk menyelamatkan ponsel agar tidak basah, karena rasa penasaran saya yang semakin menjadi jadi saya tetap bertahan dan terus mancing, mungkin saat hujan gabus semakin agresif menyambar umpan saya, lama kelamaan hujan semakin deras membuat saya menggigil kedinginan dan memutuskan bergabung dengan rekan lain yang sudah berteduh sebelumnya, untung saja ada warung tak jauh dari tempat kami mancing, selama berteduh dan menunggu hujan reda kami bercanda dengan rekan rekan, yang belum strike lah yang terus menerus di bully termasuk saya, perasaan penasaran, geram, campur kesal karena tiba tiba BC (reel bait casting)  kesayangan saya rusak, membuat saya benar benar putus asa, saya menghampiri pacar saya berharap bc miliknya bisa saya pakai, ternyata kami bernasib sama BC punyanya juga tidak bisa di pakai, rasa penasaran dan semangat saya mulai hilang meskipun beberapa teman sudah berhasil mendapatkan beberapa ikan gabus buruan, kalimat boncos sudah membayangi pikiran saya, misi saya hari ini gagal pikir saya.

Setelah kurang lebih 15 menit hujan mulai reda, matahari mulai muncul, beberapa rekan saya kembali memancing, saya cuma bisa terdiam memandangi BC saya yang rusak, sampai akhirnya salah satu rekan saya meminjamkan tackle miliknya, tapi semangat saya tak kunjung bangkit karena ada sesuatu yang kurang tanpa BC kesayangan saya,

Saya merasa benar benar terpuruk dengan hal itu , akhirnya saya pun hanya berjalan mengikuti teman saya yang terus mancing,
Sepanjang jalan saya menemukan hasil strike rekan rekan yang harus saya selamatkan....ha ha ha.

Setelah beberapa saat hujan kembali turun saya dan teman teman berhamburan kembali ke warung yang berada dekat pabrik, kali ini hujan cukup lama hingga kami harus menunggu reda sembari memesan minuman panas untuk menghangatkan badan yang menggigil kedinginan.

Hampir satu jam berlalu hujan mulai reda beberapa teman kembali melanjutkan aksi nya untuk memburu ikan gabus, tiba tiba salah satu teman saya kembali mendapat sambaran fight terlihat cukup seru membuat terbakar semangat saya untuk kembali mencoba peruntungan, tanpa berfikir tackle hasil pinjam saya pun melempar umpan dengan kepercayaan diri yang mulai muncul, dan "jebuaaar" frogie saya di hajar ikan, perasaan kesal, dongkol, semua hilang, saya begitu bersemangat memompa joran hingga gabus pertama saya pun berhasil landed, inilah gabus pengobat kesal karena terbayar sudah rasa kesal saya hari ini.

Gabus pengobat kesal
Icha dengan gabus pengobat kesalnya

Tak lama berselang umpan saya kembali mendapat sambaran dan berhasil saya taklukan, gabus ini adalah gabus kedua yang menjadi koleksi saya sekaligus menyelamatkan saya dari keboncosan... hmmm spot ini memang luar biasa.

Menjelang sore kami dan rekan rekan memutuskan untuk pulang dengan membawa perasaan cukup puas, salah satu rekan saya mengajak singgah dan mencoba mancing di danau biru di perkampungan kuala mandor, kami pun segera meluncur menuju lokasi, sayang baru setengah perjalanan hujan kembali turun begitu deras, sedangkan medan yang kami lalui benar benar "gila" jalannya hancur licin banyak lubang dan banyak kayu yang menutupi jalan, kanan kirinya banyak di tumbuhi pohon pohon besar dan sebagian berupa hutan.

Setelah sampai di persimpangan jalan raya kami baru mulai bisa bercanda ria karena berhasil melewati medan yang cukup dasyat, karena hujan juga turun begitu lebat,

Tak habis habis nya kami mencari bahan untuk saling ejek dan bercanda beberapa teman menjadi korban bully-an kami, sambil bermain air, gas motor dan tertawa ria, kami berhenti sejenak ketika melintasi sebuah warung untuk beristirahat dan menikmati segelas minuman hangat dan gorengan panas.

Gabus pengobat kesal
Icha dan teman teman komunitas konda

Kami tidak lupa meninggalkan kesan terindah dengan berfoto bareng bersama rekan  komunitas konda sebelum memutuskan untuk mengakhiri trip kali ini dengan tersenyum, tertawa, dan bercanda ria, benar benar sebuah proses yang begitu indah.


(Koresponden Icha yuli)
Lihat profil Icha Yuli

Comments

Sponsored

Popular posts from this blog

Resep dasyat umpan ikan mas di segala cuaca

UMPAN LELE JOOSS untuk GALATAMA dan HARIAN

Tips dan trik mancing dasar di laut

Memilih metal jig dan cara mengetahui actionnya

Jenis jenis umpan untuk mancing di laut

Cara mudah membuat umpan ikan mas dan tombro

CARA MANCING IKAN TAWES

Memilih JORAN POPPING MURAH sesuai budged

REEL POPPING BADAK dengan harga murah

Mengenal Ultra Light Fishing